Sunday, June 9, 2013

Review Raksasa Dari Jogja


First thing first, SAYA SAMPAIKAN MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA kepada penulis. Bukan maksud ingin menjelek-jelekkan, hanya saja, saya sebagai orang yang hobi baca novel, tergelitik ingin menyampaikan kejujuran hati saya saat membaca novel ini.

Oke, sebenernya saya bukan tipe orang yang jago bikin review. However, I love to read and I know what I read. Pertama kali menyarankan temen buat beli buku ini gara-garanya ada yang bilang kalo buku ini rame. Ternyata...... lets review....

Title : Raksasa dari Jogja
Author : Dwitasari
Publisher : PlotPoint

Oke, sepertinya "Don't judge a book by its cover" berlaku disini. Kalo diliat dari covernya, novel ini covernya cukup menarik. Sekarang itu banyak novel yang covernya sengaja dibuat menarik untuk membuat pembeli tertarik membeli. Saya termasuk orang yang membeli buku karena Penulisnya, Isinya, Reviewnya, dan Cover. Meskipun cover itu bukan best judgement of a book, but kadang covernya bagus, isinya bagus juga. (Gak mutlak sih).

Dari segi cover, oke lah. Lanjut, saya search judul buku ini di sebuah online book shop. Ternyata novel ini masuk ke 10 best seller. Saya makin yakin kalau buku ini patut dibaca. Oke, title "BEST SELLER" selalu bikin orang penasaran. Artinya buku itu bisa dibilang worth to be read. Saya yakin buku ini rame.

Kebetulan sahabat saya berencana membeli novel baru, saya sarankan dia beli novel ini (Satu hal yang saya sesali sampe sekarang, Maaf kawan). Dia suka dengan kisah-kisah romantis. Dari sinopsis, buku ini sepertinya memang bercerita tentang kisah romantis yang dihiasi dengan beberapa konflik. Dia pun tertarik dan membeli buku ini. (Masih nyesel nyuruh dia beli ini)

Selesai baca, dia bilang, "Bukunya ga rame... ga rame banget..."
"Hah? masa sih?"
"Iya, aneh banget. Sok, ceuceu baca. Aslina teu rame." (trans: Baca aja. Aslinya juga ga rame)
"Hahaha...maenya ceu. Cik urang baca." (trans: Masa sih? Sini coba aku baca)

Saya ingin membuktikan kalau penilaian sahabat saya itu. Terkadang selera novel kita beda sih. Saya meminjam buku ini, dan saya mulai membaca. Saat membaca inilah saya mulai mengerti kenapa sahabat saya itu bilang kalo novel ini "Gak Rame Banget".

Setelah diskusi, judgement kita sama:
Pertama, bahasa novel ini kurang luwes untuk ukuran novel remaja yang romantis. Menurut saya penulis harus lebih sering membaca novel-novel remaja yang lain sebagai referensi. "BAHASANYA KAKU" itu menurut kami berdua. Membaca novel ini saya mengerutkan kening, tertawa bukan karena isi ceritanya, tapi membaca ke-KAKU-an bahasanya. Cerpen keponakan saya, saya rasa lebih baik dari ini.

Kedua, ceritanya flat. Umumnya, sebuah novel seringkali memunculkan konflik-konflik yang sanggup membuat emosi pembaca naik turun. Sama seperti plot narrative text lainnya, KONFLIK itu diperlukan. Konflik ini yang membuat sebuah cerita menjadi menarik. However, nampaknya penulis kurang dalam hal ini. Sebetulnya, penulis memunculkan konflik, hanya saja konflik ini kurang di elaborasi. Ketika dia memunculkan konflik, konflik ini seperti dibiarkan mengambang, lalu dipaksa untuk tenggelam dan tiba-tiba selesai sudah permasalahannya.

Kisah cinta yang disebut-sebut sebagai hal yang membuat Bianca bisa percaya dengan cinta lagi, tidak dielaborasi dengan baik. Kurang greget. Kurang romantis. Flat. Bisa dibilang, saya lebih melihat kemesraan Bianca dengan sepupunya Kevin dibandingkan dengan Bianca dan Gabriel. Padahal Raksasa dari Jogja yang dimunculkan di cover itu, saya yakin itu Gabriel. Sosok fisik Gabriel disebutkan sangat tinggi dan dia orang Jogja. However, membaca novel ini, saya jadi menganggap ada cinta segitiga disini, Kevin-Bianca-Gabriel.

Konflik kedua orangtua Bianca yang dimunculkan dalam sinopsis, tidak dibahas dengan baik disini. Sampai saat ini, saya tidak tahu kenapa kedua orangtua Bianca bisa sering terlibat dalam sebuah pertengkaran rumah tangga yang mengakibatkan adanya KDRT. Konflik ini selesai begitu saja.

Masalah Bianca dengan sahabatnya, Sasha, yang jatuh cinta dengan Joshua, cowok yang Bianca suka sejak lama, agak membingungkan. Soalnya, Bianca lari ke Jogja selain muak dengan orangtuanya, juga karena dia benci sahabatnya yang jadian dengan Joshua, orang yang disukainya. Padahal disini diceritakan bahwa Sasha tidak tahu sama sekali bahwa Bianca suka dengan Joshua. Bianca tiba-tiba pergi, dan tiba-tiba saja Bianca sudah memaafkan, tanpa ada kejelasan, apakah Sasha sudah tau perasaan Bianca dengan Joshua atau tidak. Entahlah, menurut saya ini masih di area abu-abu.

Ketiga, penokohan yang kurang menarik. Sampai saat ini saya masih bingung siapa itu sebenarnya Gabriel. Kevin, Joshua, Letisha, Vanesa, Orangtua Bianca bahkan Bianca si tokoh utama. Intinya, semua tokoh dimunculkan tanpa adanya pembahasan mendalam. Jujur saja, semua tokoh membingungkan, dan misterius. 

Keempat, setting dari novel ini adalah JOGJA dan JAKARTA. Dari Judul, asumsi saya novel ini akan menceritakan banyak tentang Jogja. Jogja memang dimunculkan namun, deskripsi mengenai Jogja, terus terang saja, menurut saya sangat kurang sekali. Bisa dibilang sangat minim. Intinya, mungkin penulis tidak begitu hafal dengan Jogja. Jika dibandingkan dengan novel lain yang saya baca yang bersetting sama, di Jogja, novel Raksasa dari Jogja ini tidak mendeskripsikan Jogja dengan baik. 

Kelima, Keenam, Ketujuh dan seterusnya.... Kalau saya lanjutkan review ini akan berakhir dengan penilaian yang sangat sangat buruk. Dari lima bintang, saya akan memberikan nilai 1 bintang untuk novel ini.

Saran saya, penulis memang harus lebih banyak membaca novel-novel lain sebagai referensi. Semangat terus untuk menulis, Saya sebagai pembaca bukan penulis. Terkadang, orang lain lah yang bisa menilai kita, bukan kita sendiri. Judgement saya sesuai dengan apa yang saya baca. Semangat berkarya terus ya Dwitasari. Penulis besar tidak memulai semuanya dengan instan. Semua lewat research yang superb. Bisa dicontoh Dan Brown dan JK Rowling. Karya mereka dibuat lewat research terlebih dahulu, dan imajinasi liar mereka sehingga mereka bisa menelurkan karya yang LUAR BIASA.

Sampe ketemu lagi di review novel-novel yang lainnya.^^

X.O.X.O Chirpy Girl

No comments:

Post a Comment