Wednesday, November 27, 2013

Tips Menjaga Hubungan LDR Tetap Harmonis

Well, kemarin-kemarin share tentang cerita gimana gw ngadepin LDR which I have to admit, I haven't found another interesting episode in "my LDR movie" so, I decided to share some of our tricks (me and my husband's tricks) buat mempertahankan LDR selama 4 tahun lebih. 3 tahun setengah pacaran, sisanya pas nikah. A little sad but we made it through every obstacles. 

So, buat kalian yang sedang menjalani Long Distance Relationship, mungkin nggak perlu gw bilangin juga kalian pasti tau beberapa trik yang bakal gw sampein ini. However, how many of you are survive that? A few, I believe. Bukan maksud merasa yang paling bisa ngadepin LDR, tapi disini gw cuma pengen berbagi sedikit based on my experience. Okay, here we are.

1. Bentuk Rasa Saling Percaya


Membentuk kepercayaan itu nggak gampang, even for me to this day. Yes, kalian udah berkomitmen buat ngejalanin LDR. Yes, kalian udah janji buat saling percaya dan saling mendukung. Yes, kalian saling mencintai. But No, pas kalian jalanin semua komitmen di awal itu tiba-tiba hilang.
Trust should be earned not given. You have to earn that trust in order to get the trust. Kalian harus bisa ngebuat pacar or pasangan kalian percaya sama kalian. How to do that?

First, jangan ngelakuin hal-hal mencurigakan. For instance, kalian melakukan kebohongan-kebohongan kecil. Well, I'll tell you guys. It might be a little lies but it won't be little anymore if you do that frequently. Hal-hal kecil kaya gini yang bakal ngerusak hubungan kalian. Don't lie even a little or a white lie.

Second, jangan nutupin sesuatu dari pasangan kalian. If you have a problem tell him or her, don't cover it up. Once he or she know, he or she will feel betrayed by you. Bersikaplah terbuka sama pasangan, terutama yang udah nikah. It's crucial. Terbuka bukan berarti jadi harus umbar-umbar aib segala macem. You open what needs to be opened. Intinya, jangan sampe pasangan tau dari pihak ketiga.

Third, have a little faith. Crushed down your suspicion. Nggak ada suka dengan kecurigaan yang menjurus ke kita. Kita nggak mau dicurigain, so kita juga jangan curigaan mulu sama orang. Kalo sering banget curiga, bakal bertengkar terus (happened to me a lot before I realize that he also needed space). Have a little faith, it won't bite you after all. 

2. Keep Up the Communication between You Two

Sekarang jamannya teknologi canggih. Jamannya smartphone dan gadget-gadget canggih lainnya. Bukan kayak jaman dulu, yang segalanya masih "ancient" banget kayak saling kirim surat terus dikasiin ke kantor pos yang entah kapan lamanya, belum masih harus nunggu balesan surat kita. Freaking exhausting. So, untuk jaman se-modern sekarang, nggak ada alasan kalian susah dengan hal komunikasi, kecuali pasangan kalian tinggalnya di hutan pedalaman yang susah banget dapet sinyal. Keep up the good communication. Nah, ini juga perlu diperhatiin ya. Jangan mentang-mentang teknologi udah canggih, tiap detik kalian dengan mudahnya nelponin pasangan kalian which sehari bisa sampe berpuluh-puluh kali nelpon cuma buat nanya "Lagi ngapain yank? Sama siapa? Dimana?" or "Udah makan belum yank? Makan sama apa? Dimana? Sama siapa aja?". Imagine those questions dilontarkan ke kalian hampir tiap jam. Annoying, right? So, a little tips about communication.

First, ask what you need to know. Tanya hal-hal seperlunya saja. Jangan bikin orang jadi tambah mumet dengan pertanyaan-pertanyaan kita yang banyak itu malah bikin mood pasangan jadi turun dan bisa-bisa berantem over a silly question.

Second, telepon di waktu yang tepat. Nih, seringnya kita suka punya prasangka buruk sama pasangan kalo telepon kita nggak diangkat. "Jangan-jangan dia lagi sama cewe lain nih" or "Jangan-jangan dia lagi jalan sama cowo lain nih. Ko telepon aku nggak diangkat-angkat." Uummhh... HELLO...kalian kan pasangan, masa kalian nggak tau pacar kalian lagi ngapain disana. Kalo pasangan kalian kerja, telepon kalian ngga diangkat, artinya pasangan kalian lagi kerja or ada meeting. Nggak mungkin kan ngangkat telepon di tengah-tengah meeting, ato pas lagi ada presentasi di kelas, ato lagi belajar di sekolah. Kenali jadwal pasangan kalian. And pasangan yang baik pasti bakalan ngasih kabar kalo ada kegiatan mendadak. Teleponlah pasangan kalian di waktu-waktu yang kira-kira dia lagi istirahat coffee break, lunch, or udah pulang kerumah. Most importantly, Jangan nelepon tiap detik or tiap menit or tiap jam because that's surely annoying.

Third, make your social media service worth keeping up with. Means, gunakan sosial media sebagai media komunikasi kalian berdua. Gw yakin, people nowadays join the social media, at least Facebook. Gunakan social media sebaik-baiknya. Maksud gw, iya sih kalian bisa komunikasi disitu, kalian bisa ngobrolin apapun di sosmed but, jangan nyerempet ke hal-hal pribadi kalian. Janganlah berantem di sosmed, janganlah ngumbar masalah pribadi or rumah tangga kalian di sosmed. Marah boleh, bahagia boleh, tapi tidak semuanya bisa diobrolkan di sosmed. Use a filter. Once it's on the social media, it becomes public. Unless you're okay with that, then that's fine.
Fourth, buat yang udah berumah tangga, udah punya anak, alangkah baiknya kalian lebih sering berbagi kegiatan anak kalian dengan pasangan. Misal, berbagi foto kegiatan kalian, or kegiatan anak kalian. Share lah foto-foto kegiatan anak dengan suami kalian or sebaliknya. Buatlah suasana rumah tangga kalian selalu hangat dengan berbagi keceriaan dengan pasangan, berbagi kegiatan anak dengan pasangan. Or, buat kalia yang pacaran, kalian juga bisa berbagi foto dengan pasangan kalian. Ngasih tau kalian lagi ngapain, lagi dimana, as long as kalian tidak merasa keberatan.

Fifth, if it's possible sering-sering lah kalian ber-skype-ria. You know skype? Itu loh sosmed yang memudahkan kita buat video chatting. Face to face dengan pasangan kalian. Sometimes voice alone isn't enough. Kalian kadang pengen ngeliat wajah pasangan kalian kan secara live. Nah, skype ini bisa dijadiin alat buat kalian video chatting. Any media who can provide this kinda service is fine. Kalo ada yang selain skype, selama ada video-chat service, use it.

Sixth, bersabar menunggu balasan jangan langsung curiga. Sometimes pasangan kalian bukanlah orang yang setiap hari nongkrongin gadget mereka. Ada yang jarang menyentuh gadget, seperlunya saja. Nah, ini yang sering bikin pasangan berantem. Sebaiknya kalian udah kenal dengan kebiasaan pasangan kalian yang kaya gini ini nih. Annoying tapi pada kenyataannya emang ada yang begitu. Bukan berarti pasangan nggak peduli sama kita. It's just his or her nature. Terutama, biasanya laki-laki sih yang adatnya begini. So, be patient don't come into one conclusion too quickly, or else you'll regret it. 

3. Usahakan Bertemu Pasangan Meski Sebentar

Ini yang paling susah buat pasangan yang LDR beda pulau, atau beda negara. Distance suddenly is a bitch. Bingung juga menyisihkan waktu, tenaga dan uang buat nemuin pasangan. Buat yang masih di satu pulau, atau jarak antara kalian tidak menghabiskan waktu berjam-jam lamanya, usahakan untuk selalu bisa bertemu dengan pasangan terutama mereka yang sudah menikah. "Jauh-jauh dari suami terlalu lama itu nggak baik lho" my sister once said. So, usahakan untuk bisa menemui pasangan kalian. Sebentar pun tak apa, yang penting kalian bisa ketemu langsung fisik ke fisik. Manfaatkan waktu ketemu kalian dan buat kenangan menarik sebanyak-banyaknya sebelum pasangan kalian harus pulang lagi ke tempat mereka. Bisa bergantian kan, tidak harus melulu pasangan kalian yang datang. Kalian juga bisa bergantian mengunjungi pasangan kalian. Saling mengunjungi akan lebih baik.

4. Kerjasama

Kerjasama disini maksudnya, kalian berdua yang menjalankan hubungan ini so, kalian berdua juga yang harus menjaga hubungan kalian. Kerjasama ngebuat hubungan kalian ini bisa bertahan lama, syukur-syukur bisa sampai ke jenjang pernikahan (kayak gw misalnya. :D). Sepedah kalo rodanya satu, nggak bisa jalan, orang punya kaki cuma satu bakalan pincang, begitu juga dengan hubungan. Nggak bisa cuma satu pihak yang berusaha menjalankan dan mempertahankan. Harus kedua belah pihak, harus berdua dan harus kerjasama. 

5. Komitmen

Nah, sekarang kita kembali lagi ke niat awal kalian menjalani hubungan LDR kalian. Semua usaha kalian nggak bakal berjalan kalo kalian nggak berkomitmen. Kalian harus bisa commit dengan perjanjian awal hubungan kalian. Kalau kalian udah sepakat buat ngejalanin LDR, commit lah dengan kesepakatan kalian itu. Pas kalian udah ngerasa capek, ngerasa udah nggak bisa ngejalanin semua, disinilah saatnya kalian liat lagi janji kalian di awal. Saran gw, coba liat perjalanan kalian buat mempertahankan hubungan LDR kalian, gimana kalian berjuang bareng, usaha yang terbaik buat hubungan kalian, apa dengan kata capek aja kalian sanggup ngebuang semua yang udah kalian lakuin buat hubungan kalian? Kecuali, kalian memang udah ngerasa bosen dan udah nemuin pasangan lain (cruel but it's a fact). Tapi, untuk pasangan suami istri, jangan pernah nyerah dengan keadaan. Jangan pernah nyerah dengan distance. Inget anak, inget keluarga kalian, inget pernikahan kalian, inget perjalanan kalian bisa sampe nikah. Mendapatkan memang gampang, tapi memperjuangkan supaya bertahan itu yang nggak gampang. Last but not least, kalian tanya diri kalian, apakah ada orang yang bakal ngelakuin hal yang lebih, minimal sama, daripada pasangan kalian saat ini. Apakah ada orang yang mau berkorban lebih, paling tidak sama, daripada pasangan kalian saat ini. Think before you do. 

Nah, segitu dulu deh yang bisa gw share based on what happened on me. Kalo gw aja bisa, kenapa kalian ngga. Jangan pernah menyerah dengan jarak. Kalo kalian menjalani hubungan kalian dengan niat yang baik, pasti dimudahkan perjalanannya.:)

I'd rather be with someone who's perfect for me and put up with the distance than put up with being treated like shit by some douchebag who lives closer.
If someone is worth waiting for, distance is just another test for your love to grow stronger everyday.
A strong couple is the one who can deal with any obstacle on the way. 


Au revoir
X.O.X.O Chirpy Girl

No comments:

Post a Comment